
Sebelum kita membahas apa dan bagaimananya, baiknya terlebih dahulu kita perhatikan bunyi hadits berikut ini.
عن أنس وقتادة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم " أنه نهى أن يشرب الرجل قائماً " ، قال قتادة : فقلنا فالأكل ؟ فقال : ذاك أشر و أخبث " رواه مسلم و الترمذي
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه و سلم قال : لا يَشرَبَنَّ أحدكم قائماً فمن نسي فليستقي " رواه مسلم
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”
Bersabda Nabi SAW : Dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri, Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim).
Barangkali sudah banyak diantara kita yang tahu bahkan akrab dengan hadits di atas, terutama hadits ke-2, dari Abu Hurairoh.
Bagi sahabat yang paham tentang ilmu nahwu, tata bahasa arab, tentunya tahu bahwa di dalam hadits tersebut terdapat nun taukiid, yaitu pada kalimat : laa yasyrobanna, yang diartikan, "janganlah sekali-kali kamu minum", lanjutannya "dalam kedaan berdiri". Asal katanya "syariba-yasyrobu", nah kata yasyrobu karena dimasuki nun taukiid maka ia menjadi yasyrobanna (ditambahkan nun bertasydid setelah huruf akhir). Lalu, apa fungsi nun tersebut? yaitu untuk mempertegas/menguatkan suatu kata kerja berupa perintah atau larangan.
Sampai di sini sudah nyambung tho? Jadi, kesimpulannya minum sambil berdiri itu dilarang secara tegas oleh Rasulullah saw.
Ini dia permasalahannya! Kita sudah terlalu banyak menyepelekan ajaran Islam itu sendiri. Padahal ya, Islam itu kommplit plit plit plit!!! Bukan hanya membahas seputar ibadah dan aqidah, tetapi seluruh dimensi kehidupan kita sejatinya sudah ada panduannya dari Allah dan Rasul-Nya. Tinggal kitanya aja yang harus terus menggali dan mempelajarinya. Right? ^_^
Back to topic. Yang jadi pertanyaan, kenapa sih kita dilarang minum sambil/makan sambil berdiri? Nih dia jawabannya!
Abad belakangan ini, setelah diteliti ternyata para ilmuwan menemukan sebuah fakta ilmiyah bahwa : Di dalam tubuh kita ada semacam saringan (nama saringan itu sfringer atau suatu struktur maskuler yang berotot) yang hanya akan terbuka kalau dalam posisi duduk, so.. kalo kita minum berdiri, air akan langsung masuk ke kandung kemih tanpa disaring (tanpa melalui pos-pos penyaringan yang berada di ginjal), sedangkan air kan tidak 100 persen bersih (dalam skala molekuler) akibatnya limbahnya ngendap di kandung kemih yang bisa menimbulkan penyakit kristal ginjal.
Menurut Ibnul Qoyyim, akibat buruk klo kita minum sambil berdiri, yaitu tidak dapat memberikan kesegaran pada tubuh secara optimal, karena air yang masuk akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi seharusnya ditampung dulu dalam ma’iddah (lambung) yang selanjutnya mesti dipompa oleh jantung buat disalurin ke seluruh organ tubuh kita.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat. Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Sekian! Mulai sekarang ayo kita hilangkan kebiasaan makan/minum sambil berdiri. ^^,
Sunday, May 22, 2011
Minum Sambil Berdiri Beresiko Kristal Ginjal, Lho!
Labels:
artikel,
info muslim,
sehat mukmin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
tksh infonya
ReplyDelete