Blogger Blogger Blogger
HOME ARTIKEL INFO

CARI DI SINI

Sunday, May 22, 2011

Jilbab dan Kanker ?!


What?!! Apa hubungannya ya jilbab ama kanker?
Hehe, mungkin sahabat sempat kaget juga ketika membaca judul postingan ini. Bener khan? Ayo ngakuu....
Jilbab bagi seorang muslimah bukan hanya menunjukkan kesederhanaan dan sekedar mentaati perintah untuk menutup aurat. Ternyata banyak sekali manfaat dan hikmah yang kita peroleh darinya. Salah satunya membantu kita terhindar dari berbagai jenis kanker. Subhaanallah, gimane ceritanye?
Mari kita simak ulasan berikut ini :)
Seorang dokter Kanada mengatakan, kain kerudung dan atau jilbab mampu mencegah penetrasi banyak virus. Kemudian, seorang Profesor, Kamal Malaker pun memberi pernyataan bahwa kaum wanita Arab Saudi, yang umumnya memakai jilbab sampai menutupi wajah mereka, rata-rata kurang tertembus "Virus Epstein Barr" yang menyebabkan kanker tenggorokan atau hidung. Dalam bahasa medisnya kanker itu disebut nasopharyngeal.
"Jilbab atau kerudung melindungi sipemakai dari infeksi saluran pernafasan," kata media cetak "Saudi Gazette" yang mengutip pernyataan Malaker. "Menarik sekali, bagaimana kegiatan sosial yang begitu sederhana berdampak terhadap kehidupan kemanusiaan," ujar Malaker, Kepala Bagian Kanker Radiasi Rumah Sakit King Abdul Aziz di kerajaan Muslim yang ketat syariah Agama Islamnya itu.
Selain itu, manfaat lain dari wanita berjilbab tentunya, rambut dan kulit kepala terhindar dari debu serta teriknya sinar matahari di siang bolong.

Kanker Kulit
Akibat sengatan ultra violet dari pancaran matahari dapat menyebabkan kanker kulit.
Ada 3 jenis kanker kulit yang banyak ditemukan di seluruh dunia, yaitu Melanoma maligna, Basal cell carcinoma dan Squamoar cell carcinoma.
Sulit membedakan ke-3 kanker tersebut di usia dini. Perbedaan kanker tersebut hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis. Adapun ciri-ciri kanker kulit tersebut terdapat benjolan/ radang pada tubuh, luka yang tidak pernah sembuh, tahi lalat yang bersifat gatal/nyeri perubahan warna kulit (lebih gelap, pucat/ terang), ukurannya membesar, permukaan tidak rata, mudah berdarah walau hanya dengan sentuhan ringan.
Para ahli mengajukan 5 alasan tentang karsinogenitas (penyebab kanker) sinar matahari:
 Lebih dari 90 % kanker kulit dapat terjadi pada daerah kulit yang terpajan (terkena langsung) sinar matahari. Urbach (1971) menunjukkan bahwa daerah kepala dan leher merupakan lokasi sinar ultra violet yang terbanyak.
 Kanker kulit lebih sering didapatkan pada orang-orang yang menerima pancaran sinar matahari lebih banyak, baik karena pekerjaan (misalnya nelayan, petani), maupun karena rekreasi (sering mandi matahari di pantai).
 Jumlah pigmen, sebagai proteksi sinar, berbanding terbalik dengan kejadian kanker kulit. Oleh karena itulah kulit putih mempunyai resiko terbesar untuk mendapatkan kanker kulit.
 Garis lintang geografis dan tingkat penyinaran sinar ultraviolet berbanding lurus dengan kejadian kanker kulit.
 Sinar ultraviolet terbukti dapat menyebabkan kanker kulit pada binatang percobaan, dapat menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan penurunan hasil panen, dan mematikan biota laut seperti plankton di perairan Kutub Selatan.

Semakin meningkatnya kasus kanker kulit yang diakibatkan oleh sengatan sinar ultraviolet dari matahari memerlukan usaha pencegahan yang tidak saja dilakukan secara umum (melalui program kesehatan), tetapi juga secara khusus oleh masing-masing individu. Beberapa cara yang disarankan oleh para ahli untuk tujuan tersebut antara lain: tidak terlalu sering pergi keluar rumah pada saat-saat dimana pancaran sinar ultraviolet paling deras, yaitu antara pukul 11.00 sampai pukul 14.00. Dan jika kita hendak keluar rumah pada cuaca panas, pakailah sunscreen lotion. Upaya lain adalah dengan mengenakan pakaian yang betul-betul mempunyai daya protektif, seperti yang dianjurkan oleh Prof. Kustedjo dalam seminar sehari masalah lingkungan kota Bandung yang diselenggarakan oleh Pikiran Rakyat dan Herritage di Hotel Panghegar, yaitu, “…..adalah sangat bijaksana untuk melindungi tangan atau bagian badan lainnya dari sengatan sinar matahari dengan kemeja lengan panjang, dan sebagainya. Karena dengan adanya pelindung pakaian ini, langsung atau tidak langsung akan mengurangi bahkan mungkin tidak dapat dikenai oleh adanya sinar ultraviolet dari sinar matahari, penyebab kanker kulit”.
Nah, bagi kita para wanita muslimah, cara terbaik untuk menghindari diri dengan pengaruh buruk sinar ultraviolet tersebut tidak bisa lain kecuali dengan berpakaian yang cukup tertutup, yakni dengan cara mengenakan busana muslimah atau jilbab itu sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhannallahu Ta’ala. Karena itu tidaklah berlebihan kiranya kalau dikatakan bahwa busana muslimah merupakan “baju taqwa” yang dapat memproteksi kulit dari lingkungan buruk.
Tuh kan, terbukti lagi kalau apa yang diperintahkan Allah itu tak ada yang sia-sia.
So,jangan pernah ragu terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, yakinlah itu semua adalah untu kebaikan hamba-Nya...Subhaanallaah!

Ayo semarakkan budaya berjilbab di masyarakat :D

0 comments:

Post a Comment